Tania

1886 Kata

 Wajahnya pucat bulir keringat muncul di dahinya. Tidak ada pakaian biru ala mekanik mesin yang melekat di tubuh tegapnya. Kalau dilihat-lihat Bagus cukup gagah dan tampan dari pada mantan Santi yang pernah gue lihat. Dari sekian banyak mantan Santi yang gue kenal mungkin gue bisa ngasih Bagus peringkat pertama dari yang lain. Sayang dia orang pelit dan nggak modal. “Ayah, Tania takut,” ujar anak gadis yang ada di pelukan Radit. Bagus mengambil alih anak yang bernama Tania itu. Gue hampir mau pingsan karena tahu kalau gadis kecil itu anaknya. Kalau diperhatikan usia anak itu sekitar 6 atau 7 tahunan yang artinya Santi pacaran dengan duda beranak. “Bagus,” panggil gue membuat pria itu menoleh. Bagus melirik boneka yang ada di tangan gue. Sepertinya dia mengerti apa yang gue maksud. “Ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN