Sesuai perintah Yang Mulia Ratu kalau gue harus kembali ke kamar sebelum jam makan siang. Gue pikir kamar akan sepi tapi suara ribut anak kecil terdengar. Saat gue buka pintu semua pada diam. Dugaan gue benar ada beberapa orang di dalam ruang inap gue. Papa, mama, Kak Stefan,Kak Stela dan si kembar. “Tante jomblo!” teriak Yura. Anak usia 4 tahun itu terlihat menggemaskan tapi juga menyebalkan. Gue tahu siapa yang mengajar kata-kata sesat padanya. “Yura jangan bilang seperti itu pada Tante Kanaya,” tegur Kak Stela. Gue dari tadi hanya diam di ambang pintu menatap mereka semua. Keluarga gue ternyata isinya orang-orang aneh. “Tapi, Ma, kata Paman Stepan nanti panggilnya Tante Jomblo. Jomblo altinya cayang dili cendili, ya, ‘kan Om?” Mata bulat kecil itu menatap Kak Stefan. Sudah gue duga

