Keputusan Ms.Jenifer

1839 Kata

Pagi-pagi sekali Daniel datang ke rumah gue. Jelas yang paling bahagia dari kedatangan pria itu adalah mama. Daniel disuguhi kopi lengkap dengan kue kering satu toples. Belum lagi buah-buahan dan minuman kaleng. Daniel sudah seperti dedemit yang disuguhi sesajen. Mama juga minta dia sarapan bersama kami, tapi Daniel menolaknya dengan sopan. “Ma, Kanaya sama Daniel langsung pergi dulu, ya.” Setelah mencium pipi dan punggung tangan mama gue dan Daniel bersiap untuk pergi. “Kalian mau cari cincin nikah?” tanya mama sambil senyum-senyum mengedipkan matanya. “Mama apa-apaan sih? Kami nggak mau nikah.” Mama menyenggol lengan gue cukup keras sampai menabrak tubuh Daniel. Untungnya pria itu dengan sigap menahan tubuh gue. “Jodoh nggak ada yang tahu. Eh, nanti tahu-tahunya kalian nikah, upss…

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN