Cemburu

1584 Kata

Setelah dokter mengizinkan gue pulang mama sama papa langsung menjemput. Kak Stefan masih sibuk di kantornya jadi dia tidak bisa ikut. Sejak percakapan terakhir kami tentang keputusan gue mau berdamai dengan Rania membuat Kak Stefan marah, sampai sekarang kami belum bicara lagi. “Ma, Pa aku ke kamar Santi dulu, ya, mau pamitan.” “Ya, sudah papa tunggu di reception, ya.” “Oke.” Gue bergegas masuk ke dalam lift. Sebelum lift tertutup seseorang menahannya. Radit. Gue kembali dihadapkan dengan pria itu. Radit memakai setelan jas kantornya. Sebuket bunga mawar merah digenggamnya. Gue yakin itu untuk Santi. Kanaya lo nggak boleh sedih, batin gue terus menghibur. “Mau ketemu Santi, Dit?” Radit berdiri di samping gue. Ia menelan ludahnya susah payah. Setelah menekan tombol 3 kami kembal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN