Malam ini adalah malam eksekusi perdana hubungan Kak Stefan dan Kak Silvi. Dari pagi sampai sore Kak Stefan ngambek, mogok bicara karena gue karena membocorkan rahasia keretakan hubungan mereka. “Apa yang terjadi dengan kalian berdua?” tanya papa. Ini pertama kalinya gue melihat papa serius, biasanya diam nurut terus sama mama. Kini papa menjadi super hiro yang akan mempersatukan dua sejoli di samping gue. “Maaf, Pa. Ini salah aku,” kata Kak Stefan. Ini baru pria sejati, mengalah demi perempuan bukan malah menyalahkan perempuan. “Aku terlalu takut menyakiti Silvi kalau nanti kita menikah. Aku belum siap kehilangan dia,” ujar Kak Stefan. Alasan yang sebenarnya kali ini terungkap. Kejombloan gue hanya menjadi kambing hitamnya selama ini. “Nak Silvi kamu benar ingin mengakhiri hubungan

