Makan malam yang direncanakan papa dan mama malam ini membuat gue tidak tenang. Radit memang janji bisa ikut, tapi masalahnya adalah Santi dan Daniel. Beberapa kali gue hubungi si Daniel tidak kunjung mendapat jawaban begitu juga dengan Santi. “Apa gue cari ke rumahnya saja, ya?” Gue bergegas pergi ke rumah Santi. Kebetulan di rumah gue sepi. Kak Stefan lagi liburan selama 5 hari ke Bandung sementara papa dan mama pergi ke rumah Kak Stela. Mengendarai motor kesayangan akhirnya gue sampai di rumah Santi. Tanpa sengaja gue melihat Tante Mirna sedang menyiram tanaman. Calon mertua harus disapa supaya meninggalkan kesan yang baik. Meski gue pura-pura pacaran dengan Radi, tapi setidaknya gue tetap hormat sama mamanya. Siapa tahu bisa dijadikan mantu beneran. “Pagi Tante,” sapa gue. Tante

