Posesif

1707 Kata

“Kita bukan pacar,” gumam gue membuat pandangan kami bertemu. Radit menjauhkan wajahnya membuat gue malu. Debaran jantung memompa darah lebih cepat membuat wajah gue merah padam. Radit terlihat menikmati ekspresi malu gue. Dia terlihat biasa saja walau sesekali menatap ke arah lain. “Kenapa lihatnya kayak gitu?” Gue tutup wajah dengan kedua tangan. “Inilah jadinya kalau lo kelamaan jomblo.” Gue menatap Radit tajam. Ia tidak mengubrisnya sama sekali. Radit menjalankan mobilnya kembali. Gue segera turun saat Radit menghentikan mobilnya tepat di depan rumah gue. “Lo hati-hati di jalan. Selamat malam.” Baru saja gue mau buka pintu tiba-tiba Radit menarik tangan gue. Mata gue membulat saat Radit mencium bibir gue. Ciuman lembut membuat gue terlena. Tanpa sadar kedua tangan gue mengalung d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN