Rencana gue dan Santi pagi ini adalah menghubungi Benny. Untungnya si Benny membalas pesan yang kita kirim. Dari informasi yang gue dapat si Benny kerja di dekat pasar tradisional dan yang membuat gue semakin penasaran adalah dia punya hadiah buat gue. Gue rasa dia pira nggak waras. Setelah mengancam ini itu sekarang dia mau ngasih hadiah. Gue nggak bisa baca pikiran orang itu. Apa benar ia membenci Santi atau itu hanya gertakan semata karena selama ini Santi masih baik-baik saja. “Benar di sini tempatnya?” tanya Santi saat gue suruh dia berhenti. Dari lokasi yang dikirim Benny benar inilah tempatnya. Maps gue berhenti tepat di sebuah bangunan tua yang sudah ditumbuh rumput liar. Gue yakin ada yang nggak benar. Firasat gue buruk. “Kita balik saja minta janjian di kafe atau tempat maka

