Part 77

1114 Kata

Rima tak kenal lelah menghubungi nomer Puspita. Namun jawaban operator tetap sama, nomer yang dituju sedang di luar jangkauan. Rima mendesah berkali-kali sambil memijit kening. Bayangan yang tidak-tidak terus menghantuinya. "Puspita itu tak bisa hidup susah, Pa. Papa tahu sendiri anak kita itu seperti apa manjanya." Bukan hanya Rima yang terlihat khawatir, suaminya pun demikian. Mereka duduk menyandar di sofa dengan tatapan menerawang. "Kira-kira, anak kita itu kelaparan gak, ya, Pa?" tanya Rima dengan air mata berderai. Ia mengibaskan tangan saat Hanif datang membawa dua gelas minuman dingin. "Tenangkan diri, Ma. Jangan dipikir. Nanti bisa-bisa mama jatuh sakit," ucap Hanif lirih, dipandangnya kedua orang tuanya yang terlihat penuh beban itu bergantian. Rima menyentak napas. "Pusing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN