POV Rasya Aku melangkah lunglai masuk ke dalam rumah. Wajah Mira yang begitu terpukul tergambar jelas di benak. Air matanya terus menganak sungai saat mengajak ibunya mengobrol, tapi ibunya sama sekali tak merespons, tetap terbaring tak sadar. Sesekali Mira memandangku menuduh. Ya, memang, seandainya aku tidak gegabah tersulut emosi lalu memperdengarkan rekaman itu, mungkin ibunya masih baik-baik saja. "Mas Rasya." Puspita yang tengah duduk langsung menyongku saat suaminya ini tiba di ruang tamu. Dengan wajah cemas dia mendekat. "Apa yang terjadi, Mas?" tanyanya terlihat khawatir. Kuhela napas dalam, kemudian mengenyakkan diri di kursi. Dia menyusul duduk, terus memandang dalam diam. Sesekali tangannya mengusap-usap punggungku. "Mau teh, Mas?" "Iya." Puspita langsung beranjak berdir

