Part 52

1131 Kata

POV Rasya Mira langsung menghambur kepelukan Ibu saat kami tiba. Beberapa orang yang tengah memasak di dapur menatap ke arah kami penuh tanya. Masih sambil terisak, Mira menuntun Ibu menuju ruang tamu di mana Satria tengah menelepon. Lelaki itu tampak tak senang saat aku duduk di seberangnya. Dia mengakhiri panggilan dan mengangguk sopan pada Ibu. Setelah itu, tatapannya terus tertuju pada Mira yang sesekali mengusap air mata. "Maafkan semua kesalahanku selama ini, Bu. Maafkan aku juga, Mas. Aku janji ndak akan mengulanginya lagi." Dia menatapku tampak begitu tulus. Aku memperhatikannya yang terus mengusap mata dan mengangguk kecil. Kukeluarkan uang dalam ransel, mengulurkan padanya. "Ini." Tapi ia tak meraihnya, hanya menatap nanar. "Ini," ucapku lagi. "Bisa kamu pakai untuk tahlilan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN