Part 53

1595 Kata

POV Puspita Kusudahi panggilan telepon dengan Mas Rasya saat melihat kelebat di luar jendela yang belum ditutup tirainya. "Siapa?" tanyaku, mendekat ke arah jendela dengan langkah takut-takut. Tak ada sahutan sama sekali. Tok tok tok "Siapa itu?" Aku memandang ke arah pintu dengan jantung berdetak kencang. Terlihat kelebat lagi di depan jendela. Lagi. Lalu pintu berderak-derak pertanda tengah coba dibuka paksa dari luar. "Ba-paaak!" Teriakku histeris. Lampu tiba-tiba padam. Ya, Tuhaan. Didera kekhawatiran yang sangat, segera kunyalakan senter di HP lalu mengetuk pintu kamar Bapak keras-keras. Tak menunggu lama, pintu langsung dibuka. "Ada apa, Pus?" tanya Bapak dengan wajah sangat mengantuk. "Lampunya mati?" Ia menatap sekeliling yang remang oleh cahaya dari senter. "Pak, ada orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN