"Memikirkan apa, Sayang?" Aku tak menyahut. Segera kukeluarkan HP dari dalam tas tangan saat terdengar notif WA. Pesan masuk dari Susi. Penjahat! Kembalikan temanku! Di bawahnya, ada fotoku hitam putih yang ditempel di gerbang TK. Kamu akan segera tertangkap Pesan dari Susi kembali masuk. Aku tak membalas. Kumasukkan HP ke dalam tas lalu memandang ke luar jendela, memperhatikan gedung-gedung tinggi yang berlari ke belakang. "Kenapa kita ke Jakarta, Mas? Apa yang mau kamu lakukan padaku?" "Sudah kukatakan aku akan memberitahumu tentang sesuatu, Sayang." Aku menatapnya tak senang. Sepanjang jalan, kami tak banyak bicara. Sampai akhirnya mobil berhenti di depan outlet. Ada Rizal di sana tengah melayani beberapa pembeli. "Apa kamu tahu suamimu sedang susah? Aku memberitahumu, Sayang.

