Pulang dari kantor polisi, kubagikan selebaran kertas dengan keterangan orang hilang ke jalanan, pada kendaraan yang melintas juga pada pejalan kaki. Aku juga memasangnya di tembok bahkan pohon-pohon di bibir jalan. Kukirimkan juga foto Puspita ke grup-grup sss juga WA. "Bagaimana, Le?" tanya Ibu dengan wajah cemas saat aku sampai rumah. Aku duduk di sofa dengan lesu. Ibu meninggalkanku sejenak, kembali lagi dengan nampan berisi dua gelas kopi. Membuatku jadi teringat pada Puspita yang memaksa agar suaminya ini menghabiskan seteko kopi. Puspita, sebenarnya kamu ada di mana? Aku memijit-mijit kening sambil sesekali menghela napas panjang. Memikirkan keberadaannya juga kandungannya, sungguh membuatku ingin marah, entah marah pada siapa. "Ayo diminum, Le. Biar pikiranmu agak tenang." Ib

