bc

JODOH PILIHAN UMI

book_age18+
695
IKUTI
4.5K
BACA
heir/heiress
drama
affair
like
intro-logo
Uraian

Yang awalnya terasa bahagia ternyata berakhir menimbulkan luka. Di awal pernikahan masih terlihat baik-baik saja. Namun suatu hari Darren bertemu dengan perempuan masa lalunya yang membuat ia goyah. Perlahan rumah tangganya renggang akibat perbuatannya sendiri.

Sampai akhirnya istri Darren tidak sanggup untuk tetap bertahan. Ia mengalah dan memberikan ruang bagi masa lalu suaminya untuk masuk. Karena baginya mencintai tidak harus saling memiliki.

chap-preview
Pratinjau gratis
JPU (01)
Pov Jantung Darren tidak berhenti berdebar kencang setelah siap dengan pakaiannya. Ia memegang dadanya sendiri merasakan irama detak jantungnya yang tidak beraturan. Tarikan nafas panjang ia lakukan berulang kali agar bisa lebih tenang. “Ya Allah, perasaan apa ini?” ucapnya dalam hati Tok.. tok.. tok “Darren!” panggil Yani sembari mengetuk pintu kamar dan seketika lamunan Darren hilang seketika. “Sebentar, Umi!” Ceklek Darren membuka pintu dan terlihatlah Yani yang tengah tersenyum. Ia ikut tersenyum menatap sang Ibu. “Sudah siap?” tanya Yani “Alhamdulillah.. sudah, Umi.” “Kalau gitu kita turun sekarang! Abi sudah menunggu kita di bawah.” Darren mengangguk sebagai jawaban. Perasaan Darren campur aduk. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Ia memenuhi permintaan kedua Orang Tuanya selagi baik, meskipun dirinya sendiri tidak tahu bisa menerima calon istrinya atau tidak. Brama menepuk bahu putranya sembari tersenyum. Beliau terlihat bangga padanya. Ketika mendengar akan dijodohkan Darrena langsung menerimanya dengan baik. Karena ia yakin pilihan kedua Orang Tuanya tidak mungkin salah. “Sudah siap?” tanya Brama “InsyaAllah, Abi.” “Kalau gitu kita berangkat sekarang!” Di dalam perjalanan tidak ada yang memulai obrolan terlebih dulu. Keluarga Darren sibuk dengan pikiran masing-masing. Dalam hati Brama dan Yani terus berdoa untuk kelancaran hari ini. “Ya Allah, jika memang dia terbaik untukku maka lancarkanlah semuanya.” Doa Darren dalma hati Beberapa menit kemudian Mobil yang mereka tumpangi akhirnya ampai di tempat tujuan. Mereka menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. “Alhamdulillah.. akhirnya sampai juga.” ujar Yani Mereka keluar dari mobil dan disusul oleh Darren. Yani menatap penampilan putranya untuk memastikan tetap terlihat rapi dan sopan. “Tunggu Darren, Umi mau rapihin pakaian kamu terlebih dulu.” “Memangnya ada yang kurang penampilan Darren, Umi?” “Tidak ada, nak. Umi hanya sedikit merapikan saja.” Darren tersenyum kecil menanggapi perkataan Ibunya. “Dah, selesai!” Yani menatap lekat wajah putranya. “MasyaAllah, tampan sekali putra Umi malam ini.” Darren terkekeh mendengarnya. “Memangnya setiap harinya Darren terlihat jelek, Umi?” “Bukan begitu, tapi malam ini ketampanan kamu terlihat berkali-kali lipat.” “Putra siapa dulu dong!” dengan lantang Brama menjawab perkataan istrinya. Jika beliau bukan Ayahnya Darren tidak akan setampan itu. Yani memutar bola matanya malas. Beliau sudah terbiasa mendengar kepercayaan diri dari suaminya. “Udah ah, lebih baik kita masuk sekarang! Keluarga Pak Damian pasti sudah menunggu kita, Bi.” “Hmm.. baiklah.” Keluarga Brama memasuki restaurant tersebut. Darren berjalan di belakang tubuh kedua Orang Tuanya dengan jantung berdebar kencang. “Tenang Darren! Pernikahan kamu bukan malam ini, tapi kenapa jantung kamu terus berdebar seperti ini!?” ucapnya dalam hati Brama tersenyum melihat keberadaan Keluarga Damian dari jauh. Beliau sudah tidak sabar ingin membicarakan perjodohan putra-putri mereka. “Selamat malam!” sapa Brama “Malam!” Keluarga Damian langsung berdiri menyambut kedatangan Keluarga Brama. “Alhamdulillah, akhirnya kalian datang juga.” “Maaf, kami sedikit terlambat.” “Nggak papa, Pak.” “Silahkan duduk!” “Terima kasih.” Yani duduk berhadapan langsung dengan calon menantunya. Beliau tersenyum manis menatap ke arahnya. Perempuan itu menundukkan pandangannya karena merasa malu sekaligus segan karena baru pertama kali bertemu. “Em.. ini putri saya namanya Clarissa!” ujar Damian memperkenalkan putrinya pada Keluarga Brama “Nama yang cantik, seperti orangnya.” “Terima kasih, Tante.” “Panggil Umi, nak! Sebentar lagi kamu juga akan menjadi putri Umi.” Clarissa mengangguk kaku sebagai jawaban. “Ini putraku namanya Darren!” ujar Brama Damian dan Brama memperkenalkan putra-putri mereka agar keduanya saling mengenal. Saat ini mereka masih berada di tahap awal. Mereka harap Clarissa dan Darren bisa mengenal dengan baik, karena Damian maupun Brama tidak ingin terlalu lama menunggu. Darren tersenyum kecil. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Clarissa karena perempuan itu terus menunduk. Clarissa begitu menjaga pandangannya dari laki-laki yang bukan mahrom. Clarissa Revalina Barrack adalah putri tunggal dari Damian Adelio Barrack dan Rosalina Dwi Barrack. Sedangkan Darren Adison Winata adalah putra tunggal sekaligus pewaris satu-satunya dari Keluarga Brama Winata dan Yani Winata. Yani dan Rosa menjodohkan putra-putri mereka karena keduanya mengenal dengan baik. Mereka menjalin pertemanan sejak di bangku SMP dan sampai sekarang. Hubungan keduanya bukan lagi seperti seorang teman, melainkan keluarga sendiri. Setelah Yani melihat foto Clarissa beliau langsung meminta pada Rosa untuk menjodohkan putra-putri mereka. Entah kenapa beliau sangat yakin jika Clarissa adalah sosok perempuan yang telah Allah siapkan untuk putranya. Tidak ada rasa ragu sedikitpun untuk menjadikan Clarissa sebagai menantunya. “Jadi, bagaimana dengan putri Pak Damian? Apa Clarissa menerima perjodohan itu?” tanya Brama Damian dan Rosa menatap ke arah putrinya. Mereka tidak akan memaksa, karena yang berhak mengambil keputusan adalah Clarissa. Namun mereka berharap besar pada putrinya agar menerima perjodohan itu. “Clarissa, bagaimana?” tanya Rosa sembari menggenggam tangan putrinya “—“ Clarissa bingung harus menjawab apa. Ia tidak bisa langsung mengambil keputusan begitu saja, tapi di satu sisi ia takut membuat kedua Orang Tuanya kecewa. Ia tahu jika kedua Orang Tuanya sangat berharap dengan perjodohan ini. “Em.. Clarissa ikut keputusan Ayah dan Bunda.” lirihnya Rosa tersenyum kecil. “Tapi kami juga ingin mendengar jawaban dari kamu langsung, nak.” “Benar, sayang. Tidak perlu takut untuk menjawab.” ujar Yani Perlahan Clarissa memberanikan diri untuk mendongak. Ia menatap satu per satu anggota keluarganya. Sampai di mana tatapannya bertemu dengan mata indah milik Darren. Sejenak keduanya saling menatap, dan setelahnya Clarissa mengalihkan pandangan terlebih dulu. Deg.. deg.. deg.. Tiba-tiba jantung Clarissa berdebar kencang. “Ya Allah, ada apa dengan jantungku?” batinnya bertanya-tanya “Tidak mungkin aku langsung jatuh hati padanya, sedangkan kita baru pertama kali bertemu.” Sebelumnya Clarissa belum pernah merasakan hal seperti ini jika bertemu dengan seorang laki-laki. Dan untuk pertama kali jantungnya berdebar kencang ketika tanpa sengaja bertatapan dengan Darren. Yani tiba-tiba menggenggam tangan Clarissa, hal itu membuatnya tersentak kaget. Beliau menatapnya lembut. Ada harapan besar di dalamnya. “Nggak perlu takut ya, sayang! InsyaAllah, kami akan menyayangi kamu selayaknya putri kandung.” Clarissa tersenyum mendengarnya. “Terima kasih, Umi.” jawabnya dengan nada gugup “Jadi, apa jawaban kamu?” tanya Yani dengan tatapan penuh harap “—“ Clarissa menatap ke arah kedua Orang Tuanya. Damian dan Rosa mengangguk seolah memberikan lampu hijau padanya untuk menerima perjodohan itu. Clarissa menarik nafas panjang, lalu menjawab… “Bismillah, atas izin Allah dan restu kedua Orang Tua Clarissa menerima perjodohan itu.” jawabnya dengan mantap “Alhamdulillah.” mereka semua mengucap Hamdalah Jantung Darren bergemuruh hebat setelah mendengar jawaban Clarissa. Ia tersenyum lega seolah beban yang ia pikul hilang seketika setelah Clarissa menerima perjodohan mereka. Baru pertama kali dan hatinya seolah mengatakan Clarissa adalah sosok perempuan yang telah Allah siapkan untuknya. “Alhamdulillah, Ya Allah.” ucapnya dalam hati “Terima kasih, sayang.” “Kalau gitu satu minggu ke depan Clarissa dan Darren akan melangsungkan pernikahan.” Pernyataan itu membuat Darren dan Clarissa terkejut. Kedua Orang Tuanya begitu cepat mengambil keputusan. “Abi, Umi, apa tidak terlalu cepat?” tanya Darren “Tidak, nak. Justru niat baik harus disegerakan.” jawab Brama Next>>

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.6K
bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.5K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook