Chapt. 25

1564 Kata

Beberapa hari ini, Zaina selalu mendapatkan pesan dari nomor yang tidak ia kenal. Pikiran-pikiran negatif selalu menghantuinya. Psan tersebut berupa, hai, apa kabar, selamat siang, sudah makan dan yang paling membuatnya tercengang adalah, Aku merindukanmu. Siapa yang tidak kaget dan tercengang? NOmor yang tidak wanita itu kenal tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. Ingin rasanya ia memberitahukan pada umi ataupun abi.Tapi entah kenapa hatinya kini merasa cemas. Ia takut jika nanti membuat kedua orang tuanya khawatir. "Na..." Ziana menoleh, "Eh, umi." "Kamu dipanggil dari tadi gak noleh-noleh. Lagi apa?" Zaina menggeleng, "Enggak. Cuma duduk aja." "umi ganggu?" "Enggak kok mi. Kenapa?" "Ikut umi yuk. Lihat catering." "Oh, boleh. Ayo." Nazia tersenyum. Wanita itu meninggalkan kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN