"Zaina mau antar ini ke Arum ya mas." Azzam mengngguk, "Iya. Kita antar undangan ke teman kamu dulu. Baru teman aku." Zaina mengangguk. Kini keduanya tengah berada didalam mobil menuju rumah Arum. Setelah sampai mereka mengerutkan dahi bingung. "Dia ada dirumah?" Zaina menghedikkan bahu. "Enggak tahu. Tapi antar aja keorang tuanya." Zaina mengetuk pintu rumah Arum. Kemudian pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya yang masih sangat cantik. "Assalamualaikum ma." "EH, Zaina. YaAllah, mama sudah lama gak lihat kamu. Ayo masuk dulu." Keduanya memasuki rumah Arum yang minimalis tetapi tampk nyaman. "Duduk dulu, biar mama buat minum." "Eh, enggak perlu ma. Zaina mau pergi." "Eh.. siapa ini?" Azzam mencium punggung tangan mama Arum. "Saya Azzam bu, calon istri Zaina." "APA?

