Rachel menarik napasnya. Gadis itu memperhatikan penampilannya di cermin. Ia juga merapikan rambutnya yang sengaja ia gerai. Kemudian ia meraih tas salempangnya dan segera berjalan keluar dari kamarnya. Ia menoleh kearah sebuah jam dinding yang terpajang di salah satu dinding flatnya. Sudah hampir jam 7 malam. Ia pun bergegas menuju pintu. Seseorang tampak berdiri dibalik pintu begitu ia membukanya. Mereka berdua tersenyum. Rachel segera menggaApang lengan pria itu. Senyum mereka melebar. "Kenapa tidak menghubungiku dulu?” tanya Rachel. "Kenapa? Tanpa kuhubungi pun kau sudah tahu kalau kita akan kencan, kan?” tanya Sean.mendengaritu, Rachel terkekeh. Mereka berdua perlahan berjalan menuju mo bil milik Sean dan segera pergi ke suatu tempat. "Sudah makan? Ingin kubelikan sesuatu?” ta
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


