Sean melirik sebuah arloji yang melingkar di salah satu pergelangan tangannya. Pria itu perlahan keluar dari mobil miliknya, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar sebelum akhirnya berdiri bersandar pada pintu mobil. "Kenapa dia belum pulang?" gumamnya. Ia kemudian merogoh kantung celananya dan mengambil ponsel. "Sean?" Merasa namanya dipanggil, ia pun menoleh. Terlihat seorang gadis yang berjalan menghampirinya. Ia tidak sendiri. "Kenapa lama sekali?” tanya Sean. Ia kembali memasukkan ponselnya, sesekali pandangannya teralih pada seseorang yang juga berjalan tepat di sebelah gadisnya. "Benarkah? Kurasa tidak. Hanya telat lima menit,” ucap Rachel. Gadis itu melihat arloji miliknya. "Kami tadi mengobrol sebentar,” ucap Andrean. Sean sedikit menarik Rachel agar lebih meApakat

