"Sean Erlangga, hentikan! Kumohon!!" Rachel berusaha menjauhkan tubuh Sean dari Andrean yang kini tengah tersungkur dipermukaan tanah. Gadis itu menarik-narik lengan Sean namun selalu berhasil ditepis oleh pria itu. "Kau b******n, Andrean!" Sean menarik kasar bagian kerah baju yang Andrean kenakan. Namun pria yang berada di bawah tindihannya itu tampak bungkam. Kedua mata tajamnya tidak lepas dari Sean. Mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain. Rachel yang memperhatikan aktivitas sengit mereka berdua tampak menggigit bibir bawahnya yang mulai bergetar. Gadis itu tampak menggigil karena hujan yang terus mengguyur tubuhnya, namun di sisi lain ia juga merasa takut dengan apa yang dilihatnya. "Sean.. kumohon," pinta Rachel sembari menyentuh pundak Sean. Ia sedikit melirik kearah

