Andrean membuka pintu rumahnya kasar setibanya di sana. Pria itu segera menemukan ibunya yang tengah duduk di ruang tamu. Dia tidak sendiri. Seorang gadis terlihat menemaninya. Tasya. Menyadari kehadirannya, mereka berdua menoleh kearahnya. Senyuman Nyonya Karen memudar kala melihat wajah puteranya yang babak belur. Ia buru-buru beranjak dari posisinya dan menghampiri Andrean. "Ada apa dengan wajahmu?" Tasya ikut berdiri. Gadis itu menatap Andrean terkejut sekaligus khawatir. "Andrean.. apa yang terjadi?” tanya Nyonya Karen yang berusaha menyentuh wajah puteranya. Namun Andrean menghindar, ia segera menolehkan kepalanya kearah lain begitu tangan Nyonya Karen hendak menyentuh wajahnya. Nyonya Karen terkejut, tentu saja. Tidak biasanya Andrean seperti itu. Kemudian dilihatnya Andrean m

