Sean meletakkan beberapa makanan di nampan yang tengah dipegangnya. Pria itu sedikit meApangkus, sepertinya istirahat kali ini ia kurang beruntung. Tidak ada satu pun makanan yang menarik perhatiannya. "Membosankan," gumamnya. Begitu ia hendak mengambil salah satu lauk, sebuah tangan juga terlihat hendak mengambilnya. Sean menoleh, lalu beberapa detik kemudian salah satu sudut bibirnya terangkat. Pria itu menatap Sean sekilas sebelum akhirnya kembali membuang pandangannya. Ia memilih menu yang lain. "Kebetulan sekali ya, Andrean," ucap Sean. Andrean tidak menggubris ucapan pria di sebelahnya. "Yang kemarin itu.. belum selesai." Andrean kembali menoleh dan menatap Sean tajam. "Sebenarnya apa maumu?” tanyanya. Sean balas menatapnya. "Mauku? Kau ... menjauhlah dari Rachel." Andrean te

