Sean memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung celananya. Pria itu menghela napasnya pelan. "Apa yang ingin kau katakan?” tanya seseorang di belakangnya. Kemudian orang itu tampak berjalan kesebelahnya dan menyandarkan tubuhnya di pembatas rooftop. "Kau masih mencintai Rachel?” tanya Sean to the point. Pria di sebelahnya tampak mengernyit sembari menolehkan kepalanya. Sean tersenyum miring. Kemudian ia juga menolehkan kepalanya kearah Andrean. "Apa aku benar?” "Bagaimana jika kau salah?" balas Andrean. Sean berdecih pelan sebelum akhirnya kembali membuka mulutnya. "Kau tidak bisa berbohong, Andrean. Aku tau itu. Kau masih mencintai Rachel." Andrean memalingkan wajahnya ke arah lain. Kedua matanya sedikit menyipit kala ia menatap ke atas langit, tepat di mana matahari tengah bersi

