Sean mengerjapkan matanya begitu indra peApangarannyamendengarbeberapa bunyi nyaring. Hingga perlahan kedua matanya terbuka. Hal yang pertama ia lihat adalah siluet seorang gadis yang sedang berdiri membelakanginya. Pria itu mengernyit, berusaha menajamkan penglihatannya. Itu Rachel. Gadis itu terlihat sedang sibuk berkutat dengan peralatan dapur. Sean bisa dengan mudah melihatnya, karena sofa yang ditempatinya itu memang langsung mengarah ke sana. Ia mendapati sebuah selimut tebal membungkus tubuhnya. Oh, ia baru saja menginap di flat milik Rachel. Menyadari itu, kedu sudut bibirnya terangkat hingga membentuk sebuah lengkungan. Ia tersenyum. "Sudah bangun?” tanya Rachel. Sean bahkan tidak sadar kapan Rachel membalikkan tubuhnya. "Hm. Sepertinya tidurku nyenyak sekali ya,” ucap pri

