Chapter 34

1629 Kata

Rachel memutar bola matanya malas. Seorang gadis yang duduk di sebelahnya itu sedari tadi hanya terdiam sembari memperhatikan dirinya. "Bisa hentikan itu? Aku bahkan tidak apa-apa,” ucap Rachel. Ia menghela napasnya sebelum kembali menulis sesuatu di buku catatan miliknya. "Kau terluka. Bagaimana bisa?" Rachel kembali membuang napasnya. "Sudah kubilang aku kan hanya tertabrak motor. Lagi pula tidak parah." "Dagumu memar. Ah, lenganmu juga. Dan lututmu--" "Megan!"  "Oke, oke. Maaf. Aku hanya khawatir padamu," ucap Megan. "Ah, ya. Ada yang ingin kutanyakan padamu." "Soal apa?” tanya Rachel tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. "Tasya. Apa dia benar-benar orang yang selama ini meneleponmu?" "Menurutmu?" "Ah, hubungan kalian bertiga itu cukup rumit. Maksudku, kalian berempat." R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN