Seperti biyasa gue sekolah di antar oleh Mas Om. sebenarnya risih juga sih! satu mobil sama dia,tapi....mau gimana lagi, supir gue....waduh supir gue lagih! merasa jadi ratu sejagat gue karena punya supir sendiri hahaha....
maksud gue, orang yang di suruh Mas Om untuk antar jemput sekolah gue baru bisa kerja 3hari lagi datangnya.
"entah supir kaya gimana,sampe harus nunggu lama banget tuh supir!" gue menghela nafas setelah keluar dari mobil Mas Om
"lo kenapa Laeeee,bicara sendiri kaya orang..." kata Naya yang entah dari kapan sudah ada di samping gue
"orang apa! gue enggak kenapa-napa." jawab gue sambil berjalan kekelas sambil menyelipkan headset di telinga gue
"ya ampuuuuun, cewek kutub! tungguin gue dooooong." Naya kembali berteriak karena gue meninggalkan dia sendiri
"dasar lo mah! ga setia kawan banget sama gue.sampe maen tinggal-tinggal aja." kata Naya yang terus menggerutu sampe keruang kelas.gue bisa lihat dari bibirnya yang terus komat kamit dan sambil menghentak-hentakan kaki.
"Lae, Laeeee...bisa enggak gue lihat PR. boleh ya, ya ya yaaaaa" kata Naya ketika gue baru aja mendudukan b****g di kursi.
ini nih! yang gue enggak suka dari dia, tadi aja ngomel-ngomel. sekarang udah baikin gue karena PR dasar anak rese! gue mendumel dalam hati sambil menatapnya
"ayo dong Laeeee...jangan pelit gitu jadi orang."
Ya ALLAAAAAAAAH! kenapa hamba punya teman kaya gini banget sih!
di rumah direcokin sama manusia tua,alias si Mas Om. di sekolah, yang gue pikir bisa santai dan tenang! eeeeh malah di recokin teman. ini lagi, yang nyerbu minta contekan bukan hanya Naya tapi semua temen gue satu kelas!
"Laeeee....yang cantiiiik, baiiiik, dan pinter. ayo doooong... minta contekannya.keburu masuk nih!" rengek mereka dengan tampang yang di buat sedih.
karena udah ga tahan di recokin, gue pun buka tas. namun apa boleh dikata, baru aja megang buku PRnya, itu buku sudah di sambar Naya dan di bawa ke tempat duduknya. tanpa mendengar penjelasan dari gue.
karena udah kesel, yaaa...rela tidak rela,ikhlas tidak ikhlas harus di iyakan juga.dari pada pusing denger rengekan mereka.
lagian gue aneh banget sama mereka! apa untungnya sih nyontek. kalau kita enggak ngerti arti dari yang kita contek. itu sama saya saja bikin kita bodoh secara tidak langsung.
menurut gue yang bener itu tanya dulu ini dari mana sampe bisa kaya gitu....kalau udah ngerti,baru dah kita nyontek.
dasar orang-orang yang pengen instan.ga mau mikir tapi pengen punya nilai bagus. buat apa coba, nilai bagus tapi otak tetep aja bodoh!
Teeeeeet!!!!!
tidak lama suara bel berbunyi menandakan jam pelajaran udah mau di mulai.
"Laeee...ini buku lo! makasih yaaaa." kata Naya sambil melempar buku yang tadi di pinjam
"ya ampuuuuun, buku gue! enggak sopan banget sih lo. udah mah minjem,nyontek lagi.pas di balikin maen lempar gitu aja!" kata gue sambil mungut buku yang jatuh sambil terus saja mendumel
"soryyyy....."kata Naya sambil nyengir.menampakan wajah tidak berdosa
"eh iya, sebenarnyaaaa...lo itu tinggal di mana sih sekarang! soalnya kemarin gue datang kerumah lo. katanya lo udah enggak tinggal disana." kata Naya sambil duduk di sebelah gue karena kebetulan guru belum masuk.
"harusnyaaaa, kalau lo mau kesini. buku gue tadi jangan di lempar b**o!" gue enggak jawab apak yang di tanyakan Naya. karena gue juga bingung, harus bilang apa.
"ya ampun Laeeee,anak yang cantik,baik dan kutub es ini.gue minta maaf deeeh. jangan marah gitu dooong....ya ya. nah sekarang jawab! lo sekarang tinggal di mana? supaya nanti gue bisa datang kerumah lo, ketika gue butuh contekan. jadi temen yang lain enggak pada tahu kalau gue nyontek sama lo" kata Naya dengan tampang bodohnya
"ooooh...jadi lo pengen tahu rumah gue karena ada udang di balik batunya!' kata gue kesel juga gue sama temen yang satu ini
"hehehe....bingo! lo memang yang paling pintar! sini-sini gue cium dulu tuh pipi lo." Naya langsung mau nyosor
"iiiiih. jijik gue sama lo! sana-sana gue masih waras loh yah." kata gue sambil mendorong dia supaya menjauh dan pergi dari bangku gue.
"ya elah Laeeee...gue juga masih waras kali. sampe tuh ya, tadi pas lihat orang yang nganter lo. gue jadi pengen nyium bibirnya.yang...aduuuh, gatahan gue ngebayanginnya saking gantengnya tuh orang." kata Naya sambil membayangkan sesuatu
"ma...maksud lo,cowok yang tadi pagi nganter gue gitu?" kata gue aga sok soalnya perasaan tadi Mas Om enggak keluar mobil.
"ya iya lah dia.masa pak Woni satpam kita yang punya istri 2 sih" kata Naya kesel dengen apa yang gue katakan
"nah sekarang, siapa tuh dia? di bilang kaka enggak mungkin soalnya gue tahu kalau lo enggak punya kakak. kalau om atau sepupuh bisa juga tuh! soalnya gue belum hapal keluarga lo seluruhnya." kata Naya sambil ngetuk-ngetuk telunjuk di dagu.
aaaah....gue aga lega karena Naya enggak berpikiran macam-macam
"tapiiii...yang gue tahu, ibu dan bapak lo enggak punya soda jauh. semua ada di sini. jadi gue tahu siapa om dan sepupuh lo semua." gue langsung melorot yang tadi senang jadi menguap.
"Lae, siapa sih yang tadi nganter lo! kasih tahu doooong." kata Naya sambil menggoyangkan tangan gue
gue menggaruk dagu yang tidak gatal. karena enggak tahu harus bicara apa.
"emmm...ituuuu...eh Nay, cepet pindah. tuh guru kita udah datang." kata gue mengalihkan pembicaraan
"oh iyaaa...gue pindah dulu yah." Naya pergi tanpa bicara apa-apa lagi.
aaaaah.....untung ada yang menyelamatkan.kalau tidah! bisa bahaya, soalnya si Naya enggak bakalan berhenti sebelum dia dapatkan apa yang dia inginkan.
lagian ini salah Mas Om! kenapa sih dia main keluar-keluar aja dari mobil.
Teeeeet!!!!
jam istirahat bunyi juga. gue langsung berlari ke WC karena dari tadi sudah tidak tahan.
setelah hajatku selesai, gue langsung keluar karena sudah tidak tahan lapar. namun, baru saja membuka pintu WC gue mendengar ada yang sedang membicarakan gue.
"hey, lo tahu enggak! kalau tadiiiii...si kutub es di antar oppa-oppa yang ganten bangeeeeet!" kata seorang cewek di sana
"gue juga lihat, bener-bener ganteng benget tuh cowok.beruntung banget tuh si kutub es.bisa kenal sama cowok ganteng." kata cewek yang satunya
"mungkin sudah biyasa ya...kalau cewek yang sipatnya kutub es,bisa menggaet cowok yang cakep-cakep.tanpa melihat sipat dia yang sebenarnya." kata cewek yang tadi
"yaaa...mungkin bisa jadi sih. itu sudah seperti hukum alam."
setelah tidak terdengar lagi orang yang bicara gue langsung keluar
"kalian tuh enggak tahu aja, kalau cowok yang kaya gitu membuat kita pusing dan kesel tujuh keliling." gumam gue sambil berjalan ke kantin karena udah enggak tahan lapar
namun, baru saja mau sampe kantin ada seorang cowok yang menghadang jalan gue
"heeey...gimana kabar kamu? mau ke kantin ya. ayo bareng sama aku." katanya hendak megang tangan gue.namun buru-buru gue tepis
"baik. iya...tapi maaf ga usah pegang-pegang bisa! lagian gue bisa pergi sendiri." kata gue sambil berlalu
ini ada-ada saja.bisa enggak sih gue hidup tenang tanpa ada gangguan dari yang namanya cowok
"Lae, ko kamu segitunya sih sama gue.padahal gue enggak ganggu lokan!" katanya sambil berjalan di samping gue
"kaaaak, kalau kamu suka sama Naya, jangan buat aku jadi batu loncatan. jantan dooong. jangan jadi laki-laki pengecut." kata gue sambil berjalan masuk kantin
gue lihat wajah tuh cowok jadi merah padam karena ketahuan. sebenarnya gue udah tahu lama dengan apa tujuan dia ngedeketin gue selama ini.namun gue diam saja karena masih bisa bersabar. tapi kali ini udah jauh dari batas kesabaran gue.
"santai saja kakak...aku enggak akan bilang sama Naya ko.asal kakak enggak ganggu aku lagi ok!" kata gue sambil menarik tangan dia supaya ikut duduk dekat Naya.
"Nay, nik kakak kelas.katanya mau kenalan sama lo." kata gue langsung tanpa basa-basi. sampai Naya yang lagi makan terdesak
"ya ampuuuun! kalau mau bercanda lihat ke adaan dong Lae.lo tuh buat gue jadi sakit tahu." kata Naya setelah menghabiskan minumannya.
namun gue cuma mengangkat pundak dan melihat ke kakak yang tadi gue dudukin dekat Naya.
"tuh kak, gue udah ngasih jalan sama lo.sekarang tinggal kerja keras lo aja." kata gue sambil berjalan pergi
"Laeee...bukannya lo mau makan tadi?" kata Naya yang lihat gue hendak pergi
"gue udah beli roti.lagian gue enggak mau jadi obat nyamuk di antara lo berdua.udah gue pergi dulu.oh ya kak, kalau dia nolak sosor aja terus dia pasti luluh ko.apa lagi lo itu cowok tipenya karena cakep." kata gue sambil tersenyum pada Naya.karena gue tahu kalau dia naksir banget sama tuh cowok.
"LAEEEE....LO TEGA BANGET YA SAMA GUE!!!!" kata Naya berteriak sambil melempar tisu bekas sama gue.
gue tersenyum mendengar Naya berteriak, pasti wajahnya udah merah padam karena malu dan kesel.hahaha....
Drrrrrt....
henpon gue berbunyi
"kamu sudah makan? pulang jam berapa,nanti aku jemput" terdengar suara dari seberang setelah gue menerima teleponnya
"belum.baru saja mau udah Om ganggu.dan lihat saja nanti." kata gue kesel karena baru saja terlepas dari pengganggu satu sekarang udah ada pengganggu baru
"ko segitunya sih sayang" katanya sambil terdengar tertawa
"sayang -sayang, memangnya aku ini kerang apa!" kata gue makin jengkel
"kamu memang kerang, dan aku penghobinya.dan nanti pulang aku ingin memakannya." katanya dengan masih tertawa
"terserah Om deh! tapi ini aku mau makaaaan,apa Om bisa enggak ganggu aku!" kata gue kesel
"oh maaf-maaf.aku lupa sayang.sekarang silahkan dilanjutkan makannya Laeku sayaaang."
"kalau mau tutup itu ucapkan salam, bukannya sayang-sayang!" kata gue sambil mematikan sepihak teleponnya
"dasar Mas Om -Om m***m!" kata gue bersungut sungut sambil mengunyah roti dan masuk kelas.
sekarang gue jadi makin takut dekat-deket sama Mas Om.apa lagi dia udah berani manggil gue sayang-sayang segala lagi
aaaah....gue jadi bimbang sendiriiiii!
*************
BY LIMUUUUUP