DELAPAN

1016 Kata
Kriiiing!!! Suara Bel pulang sudah berbunyi,tapi gue santai ja.Engak mau beranjak dulu "Laeeee...." suara si cempreng Naya menggelegar di seantero sekolah. Untung gue pake headset jadi aga meredam suaranya hehe...maaf ya Nay... "Laeeee tahu ga?" mulai dah gosipnya keluar "Enggak!" Jawab gue singkat padat dan berlalu meninggalkan Naya yang masih heboh entah karena apa. "Iiiih....Lae dengerin gue bicara dulu dooong..jangan maen nyelonong nengnong ja!" Naya menggerutu tapi dia ga beranjak menjauh dari gue Dasar sahabat lengket kaya lem. "Heeey..berhenti duluuu,gue mau bicara.Di depaaan,ada Om yang waktu itu nganterin lo.Dan ituuu, aaaahhh...bikin seisi sekolah gempaaaarrr...apalagi yang dia katakan.Katanyaaaa...mau jemput tulang rusuknya.Dan kamu tahu dia ngomong apa lagi? Dia bilang,TULANG RUSUK SAYA AYANG LAE.Aaaaaahh..gue iri sama lo!." Naya menjerit Sontak gue kaget dan melepas headset di telinga sambil berlari ke depan sekolah. Astagfirullaaaahhh....ini apa! Kenapa jadi lautan cewek di depan sekolah... Gue mengendap-endap menjauh dari kerumuyan untuk cepat-cepat keluar dari gerbang sekolah.Karena hanya itu salah satu cara supaya aman dari kerumuyan masa cewek-cewek pengagum cowok super duper cakeeeep..ga bisa di bandingkan dengan apapun.Menurut gue itu lebay..malahan kelewat lebay jadinya jijai menurut gue yaaa,enggak tahu gimana kalian yang merasakan. "Laeee...lo mau kemana??? Itu di tunggu juga dari tadi!" Kata temen gue ketika melihat gue mengendap-endap keluar dari gerbang sekolah Semua orang menatap gue dan memberi jalan kepada Mas Om supaya bisa lihat gue."Mau kemana kamu sayang...udah dari tadi aku nunggu kamu...masa mau di tinggal gitu ja!" Kata Mas Om sambil berjalan menghampiri gue. Mampus ini mah! Bisa jadi berita menghebohkan besok.Gue sedikit menggerutu. Sebelum Mas Om mendekati gue,dia membuka kaca mata hitamnya dan mengedipkan sebelah mata pada kerumunan masa cewek-cewek alay "Aaaaaaahhhh....cakepnyaaaaa" sura gemuruh cewek yang langsung mengerumuni Mas Om kaya semut. Ini kesempatan gue buat lari kabur dan menjauh! Tanpa basa basi gue sudah mulai ancang-ancang mau lari, seperti orang yang mau lomba lari ituuuu. Namun, semua gagal.karena tangan gue sudah duluan di pegang seseorang dan di gendong di ketiaknya kaya bawa tas ema-ema "Aaaahhhh....Mas.Turunin Lae...turuniiiiin" gue terus saja meronta tapi ga di gubris.Namun setelah gue duduk di kursi mobil, baru dia melepskan gue "Langsung kerumah saja!" Kata Mas Om tegas pada sang supir Gue yang sedikit takut, pura-pura merapikan rambut dan baju yang kusut karena dia gendong gue kaya gitu. "Tadi mau kemana?" Tanyanya dengan sedikit nada marah. "Mau beliii..." gue langsung ingat kalau di sebarang ada yang jualan es kelapa "mau beliiii...es kelapa dulu.baru nyamperin Mas..." kata gue rada gugup Mas Om natap gue tajam. "Kamu mau kaburkan?" "Enggak ko aku ga mau kabuuurrr." Jawab gue berbohong dan sedikit memelankan suara sambil menunduk  karena takut. "Kamu tuh ga pandai berbohong Laeee...lihat saya!" Mas Om narik dagu gue supaya natap mata dia langsung "Kalau lagi bica itu lihat orangnya.. jangan nunduk saja, itu ga sopan namanyaaa.Tahu kan!" Katanya sambil ngunci tatapan mata gue dengannya Gue mengangguk  "jangan cuma ngangguk tapi bicara...keluarain suara kamu." Kata Mas Om sambil tetap natap gue "I.....iya..iya.."kata gue gugup "Iya untuk apa?" Mas Om makin membuat gue salah tingkah "Iiiih....tadi kan Mas nanya, aku kabur bukan.Iya aku kamur,karena aku risih dilihatin semua orang. Itu ga enak dan aku ga mau jadi bahan mutilasi cewek yang tergila-gila sama kamu Maaas...aku males kena masalah teruuussss dan ga____" Cup... Mas Om malah nyium gue... Ajiiiirrrr...ciuman pertama gueeeee...di ambil Mas Om mesuuumm Mata gue melotot lihat mata Mas Om.dan sedikit berontak untuk melepaskan ciumannya. Tapi malah makin menjadi, dan dia merubahnya jadi lumatan juga kemutan.Dia terus saja membuka bibir gue dengan lidahnya. Tapi gue tetep kekeh ga membuka bibi. Mas Om melepas ciumannya."Buka mulut kamu sayang..aku udah ga tahan pengen bibir ranum kamu..." Mas Om membelai pipi gue "Iiiih...Mas,itu ciuman pertama akuuuu..." kata gue sambil mukul d**a bidang Mas Om Dia tertegun dengan apa yang gue katakan.tapi setelahnya,bibir manis yang dia punya naik keatas.Menggambarkan senyum yang membuat semua cewek meleleh kalau mereka melihat. Ya ampuuuun, Maaaass kalau kamu senyum gitu depan aku.aaaaaahhh...aku kan wanita normal. Ya pasti terpikat lah lihat senyum kamu Maaasss... Jantung gue berpacu makin kencang...ini memang bagus buat olah  raga jantung.Tapi kalau lama-lama bisa copot juga ni jantung Pletak!!! "Aaaww...!!!!" Gue mengusap kening yang Mas Om sentil "Makanya...jangan pandang saya segitunyaaa.Kamu bisa pandangin saya kapan saja...kita bakalan punya banyak waktu yang bisa kita habiskan berdua." Alis Mas Om naik sambil tersenyum menggoda. Kalau lama deket-deket sama orang ini,bisa-bisa gue jadi orgil penyuka cogan ini mah. Aaaaahhhh...bahaya banget! Mana masih 25 hari lagi gue harus jadi ART di rumahnya Ya Allah...kuatkan hati hamba...mudah-mudahan tak terbawa sakaba-kaba...Aamiiin... Pletak!! "Awww...sakit Maass...suka banget sih menganiyaya aku." Kata gue kesel "Makanya...jangan melamuuun...ayo turun! sudah sampai juga" Gue celingak celinguk.ternyata benar sudah nyampe rumah. "Kamu tuh ya, kalau melamun betah banget tahu ga! Di panggil tiga kali juga ga nyaut-nyaut." "Hehe...maaf..ga bakalan lagi deeeeh." "Ya udah ayo masuk dan cepat siapkan makan, saya belum makan siang.Gara-gara menunggu kamu lama pulang sekolahnya." Gue cuma ngangguk dan beranjak mau pergi kekamar ganti baju. Namun itu takterjadi karena Mas Om malah narik gue Cup!! Gue kembali di cium dan di lumat sama bibirnya. "Kalau saya ngomong kamu harus jawab pertanyaan saya..kalau tidak...bakalan dapat hukuman.kaya__" Mas Om kembali mencium gue.Sekarang dengan lembut dan memabukan.Gue hampir terjatuh ketika Mas Om bisa memasukan lidahnya ke dalam mulut gue. Ternyata seperti ini rasanya lidah ketemu lidah...enaaaakk... Gue mulai terhanyurt dengan ciuman yang di berikan.Namun ketika gue akan membalas ciumannya itu, Mas Om...malah melepaskannya "Enak kan sayang...nanti kita teruskan.Disini banyak orang.." kata Mas Om sambil mengusap bibir gue yang mengkilat dari saliva kami berdua. Gue memberanikan diri untuk memejamkan mata ketika tangan Mas Om menyentuh bibir gue. Lembut, tangan itu lembut sekali... "Kamu membuat saya makin tergoda  dengan seluruh wajah yang s*****l ini.. " Cup!! Mas Om kembali mencium gue,namu sekarang mah hanya kecupan kilat.Yang membuat hati gue sedikit sediiih... Laeee lo harus sadaaaarrr...ini ga bener Laeee ga bener...lo harus ingat setataus lo Laeee... Kamu harus bisa bertahan untuk tidak membuat keributan  Laeee...  Dengan rasa kesal karena ingat setatus gue, gue mendorong dadanya "Aku bisa masuk kamar sekarang?? Kalau ga...jangan salahkan aku kalau ga ada makanan nanti." "Mas Om melepaskan gue".dan pergi.keruang kerjanya. Dasar Mas Otaknya m***m teruuuussssss   ****   Sudah  bisa nulis lagiii yeaaah... Selamat membaca By  limuuuup
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN