DUA PULUH DUA

1021 Kata

Ga terasa waktu terus berjalan tanpa bisa gue hentikan sedikitpun Dan hari ini tepat tiga tahun di waktu gue pergi meninggalkan dia dengan yang lain. Rasa sessk dan sedih masih gue rasakan, apalagi gue masih ingat ketika dia selalu membiarkan gue di tidas istri keduanya. Miris ya, biasanya istri yang pertamalah yang paling ganas dan menyiksa. Tapi ini, guelah yang paling tersakiti. Sampai kata keramat itu keluar dari mulutnya. Lamun gue terpatahkan oleh kedatangan si cerewet Naya. Sahabat gue yang paling baik. Dan enggak pernah absen selalu nanyain kabar gue pada umi.       "Laeeee...gue kangen sama loooo..." si cempreng Naya meluk gue dengan erat sampe sesak rasanya d**a ini.Sebenarnya gue rada sedikit tidak enak hati pada Naya,karena gue pergi tanpa pamit padanya.Tapiiiii, gue lihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN