Arga dan Hasna sama-sama terkejut mendengar suara teriakan seorang wanita. Mereka langsung melepaskan diri. Wajah Hasna memerah, ia menunduk sambil merapikan baju di bagian dadanya. “Ma … Ma …,” gumam Arga. Ia menatap Aida, sang mama. Deg! Jantung Hasna seakan mau copot mendengarnya. Perlahan dia mengangkat wajah hingga matanya beradu pandang dengan wanita cantik yang sudah berumur di hadapannya. Plak! Plak! “Dasar wanita jalang! Berani-beraninya kamu menggoda putraku! Kamu itu cuma pegawai di perusahaan ini, tapi sangat lancang sekali!” Aida berteriak histeris. “Mama, tolong hentikan, tolong jangan sakiti wanita yang aku cintai.” Arga memohon dan menghampiri Hasna. “Arga! Apa-apaan kamu ini, hah?! Kamu udah ada calon istri, yaitu Serin. Kenapa kamu malah berkata seperti itu?!” “M

