Ditolak

1015 Kata

Pagi-pagi sekali, Hasna sudah kembali dari pasar karena wanita itu berangkat pada jam 4 subuh. Jam 6, dia mulai beres-beres di depan rumah, menata kursi, meja, dan meja dagangannya supaya rapi dan bersih. Meskipun Hasna jualannya dimulai pada jam 3 sore, tapi dia tetap beres-beres sejak pagi, sebab dia ingin mengefektifkan waktu. Mumpung Hanun masih tidur, Hasna akan mengerjakan apa saja, supaya ketika anaknya bangun dia bisa mencurahkan seluruh perhatiannya pada sang putri. Arga menatap Hasna dari kejauhan dengan senyuman. Pesona Hasna selalu berhasil membuatnya terpukau. Rambutnya yang panjang lurus, kulitnya yang putih, dan wajahnya yang khas perempuan Asia. Arga tak bisa melupakan Hasna begitu saja. "Hasna, kamu sedang apa?" Sapaan itu membuat Hasna terperanjat. Dia langsung menyim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN