Hasna melipat bibirnya tatkala mendengar obrolan antara Serin, Aida, juga temannya yang terus membahas tentang kekayaan, pekerjaan, pendidikan, juga perhiasan. Hasna kikuk dan tak tahu harus bagaimana mengikuti obrolan tersebut. Akan tetapi, sebagai calon suami yang baik dan pengertian, Arga segera mengajak Hasna pergi dari sana. Dia sadar kalau suasana obrolannya tak cocok dengan Hasna, sehingga Arga beralasan akan mengajak Hasna makan dulu. Hasna dapat bernapas lega karenany. Dia sungguh tak betah, apalagi Aida tak henti menyinggungnya yang bukan siapa-siapa, ditambah ada Serin di sana, Hasna jadi semakin terpojok sebab terlihat sekali kalau gadis itu selalu ingin memojokkannya. "Kamu mau minum apa, Sayang? Kopi, jus, teh, atau apa?" Arga menawarkan beberapa jenis minuman yang tersedi

