Kepergok

1001 Kata

"Hatiku hanya untuk Arga, Tante. Mana mungkin aku punya pacar." Jawaban itu membuat Aida lega. Jika Serin masih bertahan dengan perasaan yang sama pada putranya, setidaknya usaha Aida selama ini tidak hancur semua. "Habisnya aneh aja gitu. Dulu, sesibuknya kamu pasti setiap hari ada waktu buat temuin tante, seenggaknya buat deketin Arga. Apa karna Arga gak ada jadi kamu menjauh? Selama ini kamu mau nemenin tante hanya karna mau deketin Arga?" Serin berdecak kesal mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan Aida. "Duh, mungkin karna Tante capek jadinya banyak berpikiran negatif. Udah, ya, Tan. Teman-temanku udah mulai datang." Serin sengaja mengalihkan pembahasan karena bosan meladeni Aida. "Lho, kok gitu, sih. Tante belum selesai bicara, lho." Serin mematikan panggilan sec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN