Hasna merasa bimbang ketika Pasha meminta alamat kontrakannya. Ada perasaan risih, sebab mereka sudah bukan siapa-siapa lagi. Keduanya hanya orang asing yang pernah ditakdirkan bersama. Akan tetapi, Hasna juga sadar kalau Pasha adalah ayah dari putrinya, Hanun. Hasna tidak mau dicap sebagai ibu yang buruk hanya karena tidak memperbolehkan seorang ayah menemui anaknya. Hasna gamang, akhir-akhir ini banyak lelaki yang menjelma sebagai pelanggan di warungnya yang mendekati Hasna. Belum lagi masalah Arga. Dan kini datang Pasha. Kenapa hidup Hasna dikelilingi oleh para pria? Dengan begitu, Hasna takut sekali jika situasi tersebut mengantarkannya pada fitnah, apalagi di kota ini dia hanyalah pendatang baru dengan status janda yang tentu cukup riskan. "Hasna, kenapa kamu malah melamun?" Pash

