Fitnah

1007 Kata

Setelah mencengkram Meli, Aida mendorongnya hingga Meli hampir saja terjatuh kalau dia tidak bisa menyeimbangkam tubuhnya. Kalau tidak, Meli sudah jatuh bersama Hanun yang ada di gendongannya. Seakan puas dengan perbuatannya, Aida menyeringai dengan tatapan yang masih tajam. Bahkan karenanya, Meli tak mampu berkata-kata, rasa takut menghantui hatinya. Hanun yang berada di gendongan Meli menangis, terkejut dengan guncangan yang dirasakan. Anak itu juga sepertinya mengingat Aida yang kemarin marah-marah, sehingga Hanun pun nampak takut. "Saya gak akan pergi karena kalau saya pergi, Bu Aida pasti akan menyakiti Hasna. Saya gak akan rela!" Meli berusaha memberanikan diri melawan. "Memangnya siapa Hasna, anak kamu? Keponakan kamu? Dia bukan siapa-siapa, kan, jadi jangan sok peduli. Aku tau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN