Bagas menggeliatkan tubuh besarnya yang tergulung selimut tebal seperti kepompong, aroma kamar yang sudah sejak seminggu lalu ia rindukan akhirnya bisa ia nikmati kembali. "Arrghhh!" rasa sakit di bagian perut kanannya masih terasa sakit saat ia bergerak apalagi karena saking bahagianya Bagas bangun dengan tergesa. Kembali ia rebahkan tubuhnya untuk mereda nyeri yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Klek... Dalam keremangan kamar Bagas, Hasna masuk dengan melangkahkan kaki secara perlahan agar tak menimbulkan suara berisik, ia takut membangunkan istirahat kakak tersayangnya. "Dek, sini!" panggil Bagas yang seketika membuat Hasna terkejut karena ternyata Bagas sudah terjaga. "Mas Bagas sudah bangun? Kirain masih tidur!" balas Hasna lalu berjalan menuju saklar lampu dan menekannya. Bagas

