20. Dilema

1361 Kata

Tok... Tok... "Silahkan masuk!" Perintah Abimana saat mendengar beberapa kali ketukan pintu ruangannya. "Bisa saya bicara sebentar Pak?" Tanya Nidya ramah namun tanpa ekspresi, kali ini ia memberanikan diri menanyakan langsung tentang Marco, Abimana masih membereskan berkas yang baru saja diantar Marco lalu memasukkannya ke dalam laci. "Bicaralah Nidya," balas Abimana sembari duduk di kursi kebesarannya sambil merapikan dasi dengan santai, Abimana tersenyum melihat raut kemarahan Nidya, ia tahu pasti Nidya sudah bertemu dengan Marco. "Kamu sudah bertemu Marco?" lanjut Abimana yang seketika membuat Nidya membeku. Nidya tak percaya orang yang selama ini ia hormati dan segani tega melakukan itu padanya. "Kamu juga pasti berfikir saya ini orang jahat bukan?" Abimana menghela nafas be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN