Enam

1800 Kata

"Pa... cara Rival biar gak nyusahin abang, gimana?" ••• "Mau pulang, kak." Rengek Rival lagi. Amel hanya menghela nafas, lalu berjalan mendekati Rival setelah mengupas apelnya. "Iya nanti pulang, kalau udah sehat, ya." Ucap Amel lembut. Radit baru saja diminta menemui Varel di ruangannya. Sedangkan Revin harus pergi ke kampus untuk mengumpulkan tugas. Jadilah siang ini Amel yang menemani Rival. "Bujuk Bang Radit biar aku diijinin pulang, kak." "Iya nanti dibujuk. Sekarang makan apelnya dulu ya. Setelah itu baru makan bubur, minum obat, terus istirahat lagi." Terang Amel. Rival hanya mengangguk pelan. Walau dia sebenarnya tidak ingin itu semua. Perutnya masih menolak. "Kak Amel gak kerja? Kalau sibuk, tinggal aja. Gak apa aku sendiri. Kan ada Bang Radit." Ucap Rival sambil mengigi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN