Kaleef masih menatap curiga pada gadis dengan rambut dikuncir kuda di depannya. "Kenapa sih, masih pagi muka kusut gitu?" "Lo gak lagi berdarah kan?" Siena berdecak"bahasanya di edit kak, masa berdarah sih?" Kaleef mengacak rambut Siena gemas"nah kan ngomel. Udah lah gue ga tau masalah lo apa ya. Tapi gue gak suka liat lo sedih" "Nih" Siena menerima helm yang Kaleef sodorkan. Kaleef menurut Siena lebih cocok jadi teman curhat. Cowok tinggi itu tau kalau Siena bahkan tak bisa menceritakan masalahnya dan Kaleef tak memaksa. Malah menghibur dengan caranya. Siena menganggap Kaleef sahabat lalu Kaleef menganggap Siena apa? Siena takut ketika ia ke sekolah. Ruli sudah siap dengan pemukul baseball di tangannya, bersedia mengeroyok Siena dengan itu. Ya salah Siena juga sih sebenarnya.

