Kaleef melepaskan helm di kepala Siena, tersenyum manis hingga menampakan lesung pipi nya, hal itu membuat Siena terpana karena manisnya senyuman pria di depannya. Dan pipi Siena kian memanas, ketika tangan besar itu mengacak rambutnya"boleh masuk gak nih?"Kaleef mengangkat sebelah alisnya"gue haus" Siena gelagapan, merasa bersalah"masuk deh kak, motornya parkir di dalem" Dion menyambut Siena di depan pintu, sedikit menatap penasaran pada pria tinggi dengan kulit putih dan telinga lucunya. "Siapa?" Dion menggerakan bibirnya "Temen" Dion menggeleng tak percaya"hebat juga, gebetan ganteng semua" Siena merenggut, Kaleef tersenyum pada Dion yang lebih pendek darinya. "Nama sapa?" Wes belum apa-apa gerak cepat juga Dion, Kaleef hanya memaklumi"Kaleef bang, boleh deketin adek lo kan

