"Na" Shaka memegang bahu Siena, gadis itu langsung menoleh, menghentikan aksi makan nya. "Bang Dion suka apa?. Lo pesenin aja nanti gue bayar" "Bang Dion kalau malam gini baiasanya beli martabak" Shaka mengangguk"nanti kita beli. Mau nemenin gue ke rumah Bima bentar gak?" Siena langsung melihat ke arah jam tangannya"tapi ini udah malem banget loh kak" Shaka mengernyit, alisnya terangkat. Ekspresi itu malah membuatnya terlihat cool "kenapa? Takut, gue macam-macam sama lo" "Kalau mau macam-macam gue pilih-pilih juga kali" "Itu maksudnya apa ya kak?" "Sepemikiran lo aja. Udah abis kan makanan lo. Sekarang ayo" Seina akhirnya berdiri. Mengikuti langkah Shaka. Pria itu memakai jaket berwarna coklat, kalau Siena perhatikan, ada yang menarik dari jaket itu. "Kak" "Hmm?" "Hadap sin

