19

1126 Kata

Aku memandang mereka berempat dengan bingung, mengambil tempat duduk sebelah Tania sedikit jauh dari mereka bertiga. Pandanganku masih pada sosok pria yang ada di depan papa, memandang tegas ke arah papa dan Devan. Aku bingung dengan kedatangan pria ini pasalnya setiap pesan yang dikirim tidak ada yang aku balas walaupun terkadang aku membalasnya tapi banyak tidak terbalas. "Kamu tahu niat kedatangannya?" papa menatapku namun aku hanya diam "dia berniat melamarmu" Seketika aku menatapnya tidak percaya karena selama ini pesan yang dikirim tidak ada ke arah sana sama sekali dan semenjak peristiwa itu aku benar-benar memikirkan dengan sangat. Benar yang datang adalah Tian, pria yang menolakku dan sekarang ke rumah melamarku tanpa pemberitahuan sama sekali. Aku menatap Tania meminta bantuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN