20

1004 Kata

Erlangga hanya mengantarkanku dan selanjutnya kembali bekerja, bekerja di perusahaan papa sebagai office boy versi Erlangga tapi aku tidak yakin dengan semuanya kecuali Erlangga memiliki hutang pada papa. Mengenai masalah kuliah peran pacar Hilda sangat besar dan juga bantuan papa sehingga Erlangga bisa masuk kuliah kembali. “Sudah tahu?” tanya Hilda ketika kami di kantin. “Gue bego ya sampai bisa terjerat sama Dodo” ucapku dengan sedih “bagaimana gue bisa lolos selama ini” “Lo selalu bilang tampang Dodo memang sangar tapi hatinya baik” sindir Alia membuat Hilda tertawa sedangkan aku tersenyum miris “tu orangnya kesini” ucapan Alia membuat Hilda melihat ke belakang “lo mau disini atau cabut?” Alia menatap Hilda. “Kalian gak temani gue?” tanyaku menatap mereka. “Selesaikan sama Dodo na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN