Tian menatap kami berdua dengan terkejut, pelukan Boy di kaki Tian membuatnya mau tidak mau membalasnya dengan tetap menatapku. Aku bingung melakukan apa hanya bisa diam menatap mereka berdua, tampak mereka berbicara layaknya pria dewasa dan tertawa bersama. “Papa katanya mama mau tidur sini” ucap Boy membuat aku menatapnya yang kini menatapku dengan tatapan memohon “Boy ingin adik jadi mama tidur sama papa buat adik baru” aku menatap Tian dengan melotot. “Siapa yang ajarin itu?” tanya Tian ketika melihat aku melotot ke arahnya “itu hanya bisa jika papa menikah sama mama tapi papa melakukan kesalahan” Tian menatapku dengan wajah sedihnya. “Kesalahan? Mama gak mau maafin papa?” Boy menatap kami berdua bergantian membuat aku salah tingkah ”pasti papa nakal makanya mama marah dan gak mau m

