34

1064 Kata

Ajakan bulan madu hanya bualan semata, selama berada di sini jangan harap aku bisa menikmati negara ini yang ada aku harus melayani Tian tanpa henti. Jika tahu begini lebih baik di rumah bermain dan menghabiskan waktu sama Boy, dibandingkan hanya di kamar. "Aku bosan di kamar terus dan ini sudah hari kedua" protesku. "Kemarin kita keluar kamar makan malam" aku memutarkan kedua bola mata "jadi sekarang waktunya kita buat adik" Aku mendorong Tian "kamu tahu itu aku perih" menatap Tian dengan menahan sakit. Tian berdiri melangkah ke kamar mandi dan aku langsung senang pasti akan mengikuti perkataanku, tidak lama kemudian keluar dengan mengangkat diriku yang secara otomatis terkejut. Tian membawaku ke kamar mandi secara perlahan di buka jubah mandi dan sekarang aku tanpa busana, diangkat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN