Putera Raka Satrowadoyo

767 Kata
Putera menghempas badannya disofa di ruang tamu,sambil memicit kepalanya,ia pening,pusing dengan tingkah isteri keduanya,seboleh mungkin mengabaikan anak agar harus sering keluar bersama teman-temannya.'Ada yang bisa saya bantu pak?'Bi Asih,assistant rumah tangga di rumah besar Putera.'Nggak kayaknya bi,tapi Qaizer udah tidur ga bi?Gimana dia hari ni?Masih rewel ga mencari ibunya?'-Qaizer Sutrawadoyo,anak semata wayang Putera dan isteri keduanya yang berasal dari New York.Istri Putera,Rowandina atau lebih senang di panggil Dina,masih muda saat dia memilih menjadi istri kepada Putera dan Putera juga dengan senangnya berpindah ke New York dan membuka cabang kantor nya di negara itu. 'Qaizer anak yang nurut pak,cuma saya kawatir akan nyonya pak,maaf jika saya lancang,selama bapak ga dirumah,nyonya sering bawa temannya pak'.Putera mengeryit sedikit matanya,'cowok apa cewek bi?'.'itu,aduhh,gimana ya pak,maaf ya pak,tolong jangan ribut sama nyonya,bentar nyonya pasti tahu jika bibi yang kasi tahu sama bapak,temannya cowok pak'.Bi Asih memang assistant kepercayaan Putera kerna Bi Asih sudah berbelas tahun bekerja dengan keluarga Putera.Setelah istri Putera,Dina melahirkan Qaizer,Putera memilih membawa Bi Asih ke New York untuk membantu Dina kerna Dina juga anak yatim piatu yang tidak mempunyai saudara. 'Iya,ga papa Bi,makasih kerna sudah maklumi saya,tapi Bi Asih tolong babtu saya lihat-lihat dan jaga Qaizer sepertimana Bi Asih menjaga anak-anak kakak sewaktu di Indonesia ya Bi'.Jelas kelihatan Putera sangat lelah dengan istrinya yang tak pernah penat atau lelah dalam enjoy seperti masih bujang.Putera lalu ke kamar anaknya dan mendekati anaknya yang sedang tertidur pulas,'maafkan daddy jika suatu saat daddy terpaksa melepaskan kalian'.lalu Putera mengucup perlahan dahi anaknya. Putera adalah seorang pengusaha sukses dalam bidang fabrik,di negaranya Indonesia juga dia sudah mempunyai beberapa cabang perusahaan dan juga ramai rakan artis juga seringkali menjadi pelanggan utama Putera.Begitu pun di usia menginjak 42 tahun ini,Putera juga mempunyai dua anak hasil dari pernikahannya yang pertama.Dan hubungannya bersama mantan istri pertamanya juga baik-baik sehingga mereka terlihat seperti kakak dan adik.Putera percaya pada mantan istri kerna padanya tiada masalah jika dia meninggalkan kedua anaknya dengan mantan istrinya itu.Cuma yang menjadi masalah pada Putera sekarang adalah istri nya yang sekarang,Dina.Dia tidak habis fikir bagaimana Dina bisa berselingkuh saat dia lagi keluar kota bertemu klien.Putera juga seringkali tidur di kantornya kerana lelah asyik bertengkar dengan istri nya yang sering berbelanja ikut kemahuan nafsu serakahnya. Putera juga tidak bodoh,dia juga sebenarnya sudah dari awal tahu jika istrinya berubah saat mereka sudah tidak sering berhubungan badan,Dina seringkali menolak,katanya badan ga enak juga pada PMS.Putera tidak pernah memaksa apalagi merasa tertekan kerna dia juga butuh waktu sendiri kadang kerna lelah dengan pekerjaannya yang memupuk. Besoknya Putera meminta temannya datang kerumah untuk memasang cctv,awal niatnya cuma ingin melihat teletah anaknya yang baru berusia tiga tahun,gimana cara tumbesarannya saat dia tidak lagi dirumah,tetapi sekarang seperti niatnya lebih kepada mau mengintip kelakuan istrinya saat dia tidak lagi dirumah.Apakah yang Dina sering lakukan.Siapa cowok yang dibilang Bi Asih jika Dina masih berani membawa laki-laki itu kerumahnya.Berani sungguh Dina.Putera memasang kamera tertutup di bucu kamarnya dan lansung tidak ketahuan Dina.Terkadang Putera juga lupa akan hal tersebut bahawa dia sudah memasang kamera sembunyi.Kan tetapi pada suatu hari,saat Putera lagi di kantor,dia menelefon sang istri untuk di ajak makan siang bersama tetapi si istri malah memberi alasan bahawa dia lagi di luar.Maka Putera dengan tidak sengaja coba membuka aplikasi cctv di hape nya cuma ingin melihat sang anak,malah lain yang dilihatnya.Dilihatnya istrinya sedang asyik bercinta bersama lelaki yang mungkin dimaksudkan Bi Asih kemarin dan Putera merasa sangat sesak. Keputusan Putera sudab bulat,dia akan terus pulang kerumahnya sekarang.Sesaat dia sampai,ternyata Dina sebenarnya sudah menunggunya.'Baguslah kamu sudah pulang,ada yang ingin aku sampaikan'kata Dina.'Hmmmm,lanjut aja,ga usah basa basi'.'Aku mau bercerai dan Qaizer akan ku ambil'.'Baiklah,aku juga setuju',Dina melongo tidak percaya dengan suaminya.Putera lansung memgemas kopernya dan setelah itu dia meminta Bi Asih juga mengemas barangnya,Putera akan pulang ke Indonesia dengan membawa sekali Bi Asih.'Aku akan mencabut hak mu ke atas anakku'.'Benarkah itu anak aku?atau kamu memanfaatkan aku disaat tiada satu jantan mau mengaku kalau kamu lagi hamil?'Putera sudah hilang sabar.'Mas,tega sekali kamu,itu juga anak kamu mas,darah daging kamu' lawan Dina.'Lalu,untuk apa kamu mahu bercerai denganku?Kerana kamu sudah temui pria yang lebih muda dari aku bukan?Aku tidak mempermasalahkan hal itu,aku sudah membereskan dengan pengacara keluargaku,ambil saja Qaizer,dan ingat,suatu saat,aku akan ambil semula anak aku dan jangan kamu menyesal saat itu'.Kata Putera dengan lancarnya. Bi Asih yang mendengar mula menangis memikirkan nasib Qaizer nantinya,tapi dia bisa apa,dia hanyalah assistant sahaja.'Pak,bibi sudah selesai pak'Bi Asih mencelah.'Yuk Bi,kita berangkat sekarang'kata Putera.Sebelum dia melangkah,dia memberi sekeping cek yang bernilai USD20,000 pada Dina.'Ini buat belanja anakku,sekiranya kau menggunakannya hanya untuk kesenanganmu,ingat,anak itu adalah berdarah Islam,sesiapa sahaja yang mengkhianatinya,akan terima balasannya dari Allah'.Dina berbinar mata melihat selembar cek yang fikirnya bisa membuat dia berseronok bersama pacarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN