Aiko masuk dengan tergesa-gesa kedalam rumah mewah itu. Dia bahkan masih mengenakan piyama polos tanpa motif. Niat hati ingin tidur, namun dia tidak bisa karena Alen tiba-tiba menelponnya, berteriak heboh kalau Leo sekarang berulah lagi. Tidak sedang waras ataupun tidak waras, Bosnya itu selalu merepotkan. Apa salah Aiko hingga harus dihadapkan dengan bos super ngeselin. "Untunglah kamu datang dengan segera." Aiko mengernyit ketika Alen menarik tangannya untuk segera masuk mengikutinya. "Ada apa?" Tanya Aiko. "Cepat tangani pria itu, dia selalu membuatku pusing." Aiko hendak tertawa, namun ketika dirinya melangkah masuk kedalam kamar Leo. Yang bisa dia lihat adalah kekacauan. Banyak pecahan kaca dan juga vas berserakan. Aiko melirik botol parfum yang ada diatas meja. Syukurlah botol i

