PART 45 - HADIAH

1692 Kata

Aku memandang Ryuzaki. Pria ini jelas menginginkanku menerima hadiah darinya, namun aku begitu bimbang untuk menerimanya. “Aku akan tanya pada bibi dan pamanku dulu, apa tidak apa?” tanyaku pada Ryuzaki. Kalau aku menerima hadiah ini, aku khawatir paman dan bibiku mungkin bisa jadi tidak menyukai tindakanku. Apalagi hadiah ini adalah hadiah yang mahal, bukan hadiah murah yang mampu untuk kubeli.. “Oke, kalau itu memang maunya Nirmala, saya tidak masalah ya. Tanyakan saja dulu. Saya hanya berpikir kalau Nirmala juga berhak untuk mendapatkan kebahagiannya sendiri. Nirmala berhak untuk memikirkan diri Nirmala juga sesekali,  berhak untuk mengejar mimpi-mimpi Nirmala juga. ” jawab Ryuzaki. Aku tak bisa mengatakan apapun mendengar ucapan Ryuzaki. Belum pernah ada orang yang mengatakan hal s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN