“Nir…sini Nir.” teriak bibiku begitu teras hingga mungkin bisa terdengar sampai home stay. Aku segera berlari menuju bibiku yang sedang sibuk di gazebo dengan koran ditangannya. “Ehh, semuanya. Cepat kumpul kesini.” teriak bibiku lagi memanggil kami semua untuk segera menghampirinya. “Sini, sini! Ini kita lihat hasil tesnya Nirmala sama-sama.” ujar bibiku. Jantungku berdetak begitu kencang, sangat kencang. Aku begitu menantikan hal ini selama sebulan dan begitu berharap bisa menemukan namaku di daftar orang yang telah lulus tes dan diterima di fakultas yang mereka inginkan. Dewi tiba setelahku lalu menatap bibiku. “Bu, ayo cepat buka korannya.” “Tunggu Wi, tunggu semuanya kumpul dulu biar kita lihat sama-sama.” jawab bibiku. Kak Andi dan pamanku telah berkumpul juga. Kami berlima kin

