Aku tak tahu datang dari mana keberanian ini hingg aku bisa begitu lancarnya mengatakan bahwa aku ingin bisa lebih sering bertemu dengan Ryuzaki. Ryuzaki menatapku lalu tersenyum kepadaku. “Mengapa Nirmala ingin lebih sering bertemu dengan saya?” tanyanya. “Karema aku nyaman berada didekat Ryuzaki. Aku juga senang bisa membahas banyal hal dengan Ryuzaki.” aku menatap kedua mata pria itu. Obrolan ini membuatku lupa aka ice cream yang di gelasku bahkan kue cantik yang sedari tadi sebenarnya ingin kucoba. “Nirmala menyukaiku?” “Iya.” Aku menutup mataku rapat-rapat saat menyadari apa yang kuucapkan. Aku begitu cepat menjawab pertanyaan Ryuzaki hingga lupa untuk memikirkannya dulu. Oh Tuhan… aku sangat malu. Aku menunduk menatap kue dimejaku. Tak berani aku menatap wajah Ryuzaki yang

