Semakin dekat

1005 Kata
Tekan love bisa? Happy reading... **** " EL LO SERIUS PACARAN SAMA KAK ALTER? " Elzata menutup kedua kuping nya. Sedari masuk kelas, pertanyaan itu yang terus saja indah tanya. Udah Elzata bilang dia tidak pacaran sama Alter tapi tetep aja indah tidak percaya. Apalagi ada dimas yang menatap nya menyelidik seakan-akan Elzata telah melakukan sesuatu kejahatan. " El jawab. " desak dimas, cowok yang terlihat tampan itu sedang menopang dagu menunggu jawaban Elzata, pasalnya kemarin Elzata juga pernah bilang bahwa Alter pacarnya, tapi sekarang kenapa gadis itu mengatakan tidak. Dimas benar-benar pusing jika berdekatan dengan Elzata.  " Gue udah bilang. Gue ngga pacaran, cuma kebetulan gue nebeng sama dia. " ujar Elzata lambat sambil sesekali mengurut kening, apalagi anak-anak dalam kelas melihat Elzata dengan raut kebingungan dan aja juga tatapan benci. Ia jadi berfikir, apakah Alter sefamous itu?  " Tapi lo bilang kak Alter pacar lo? " celutuk indah mendapat anggukan dari dimas.   " Iya lo pernah bilang gitu. " Elzata menatap indah dan dimas bergantian. Lalu menghela nafas malas. " kapan gue bilang???? " " Waktu dikantin. " ujar indah.  " Waktu di depan ruang guru. " tambah dimas.  " Au ah bodo! " Elzata menyembunyikan kepala nya di lipatan lengan. Sedang kan dimas dan indah mulai bisik-bisik.  " Jadi kan nanti? " tanya dimas pelan.  " Jadi. Tapi gaboleh ada El, kita harus buat dia ngga ada sore nanti. " " Gimana caranya? " ujar dimas bingung.  " Ntar diatur. " " Wei! Ngapain tu bisik-bisik. " tegur friska yang merupakan bendahara kelas. Elzata menoleh kearah indah dan dimas, lalu menatap bingung mereka yang cengengesan. " Ngape lu? " " Bisik-bisik dia El. " celutuk friska jujur.  " ngapain bisik-bisik, ngomongin gue? " tanya Elzata. " Ngga kok!" timpal dimas, kemudian ia menatap friska. " Ni bocah kenapa kesini dah? " " minta uang! " sinis friska.  " Ngapain minta uang ke gue? Minta sana ama emak lo. "  " tampol juga ni bocah lama-lama. " kesal friska. " Cepetan, El, in, mana uang kas? " " Harus sekarang ya? Kita kan baru masuk sekolah beberapa hari yang lalu. " ujar indah keberatan. Karna ia ingin menabung untuk membeli puluhan novel.  " Disuruh buk nita. " Elzata mengangguk, karna wali kelasnya yang meminta, El mengeluarkan uang nya. " Berapa? " " Untuk satu bulan kan udah sepakat bayar 20.000 perorangan. " Elzata mengangguk lalu memberikan nya pada friska, sedangkan friska menatap indah dan dimas secara bergantian yang menatap dirinya ogah-ogahan. " Wei uang kas! Jangan pura-pura tuli lu! " teriak Friska mengagetkan seisi kelas. " SANS AJA DONG " tegur Rinaldi. Cowok yang duduk dipojokan karna sibuk bermain game. " Kalo kalian ditanya uang kas pura-pura tuli semuanya. " sindir friska, membuat murid cewek yang berada didalam kelas mendekat kearah friska. " nah Gitu. " " Mata duitan " ledek dimas. Hingga tangan indah melayang kepipinya. Indah merasa Tersindir secara tidak langsung, karena indah juga cewe matrek yang melihat uang langsung lupa. **** Selama enam jam kelas X ipa 1 menghadapi mata pelajaran hitung-hitungan, akhirnya bel penyelamat telah berbuat beberapa menit yang lalu. Seperti biasa, mereka berdesakan keluar dari kelas untuk menuju surga nya sekolah yaitu kantin. Terkecuali Elzata yang ditinggal oleh dimas dan indah didalam kelas sendiri karena cewe itu yang ingin sendiri akibat tatapan tatapan mereka semua.  Ketika sudah mulai sepi, Elzata keluar dari kelas lalu berjalan menunduk seakan takut mahkota kepala nya jatuh. Saat bertepatan dilorong, Alter, laksa dan gavin berjalan bersamaan membuat Elzata menunduk semakin dalam, hal itu justru memancing alter untuk mendekat kearah nya.  " Wei! " sapa Alter menghentikan langkah Elzata. Ia menegakkan kepala dan bersitatap dengan mata Alter.  " Hai kak. "  cicit Elzata malu karena laksa dan gavin melihat kearah nya dengan tatapan menyelidik.  " Hai. " jawab Laksa dengan pd nya sehingga Alter mendengus disebelahnya.  " Kenapa jalan menunduk ntar jatoh. " celutuk Alter.  " Yelah perhatian banget bang! " ledek Gavin. Tetapi Alter tidak peduli.  " Gaenak aja, seantero sekolah udah bergosip miring tentang kita. " jelas Elzata.  " Kita. " tekan laksa. " Lo bener-bener ga bilang kalau punya pacar secantik dia. " timpal laksa justru membuat Alter melotot. Mereka berdua ini mengganggu saja padahal Alter ingin mendengar penjelasan Elzata. " Bisa diem gasih! " tegur alter. " Kalian pergi dulu sono! " Laksa dan gavin menatap Alter tidak percaya. " Lo serius ngusir kita berdua? " tanya gavin dijawab anggukan oleh alter.  " Tega bener lo Al. " celutuk Laksa.  " gajadi ke roftop? " Alter menggeleng lalu mendorong pundak laksa dan gavin sehingga mereka terpaksa pergi. Kini hanya ada mereka berdua dilorong yang sepi ini jalur antara kantin dan toilet. Elzata memang sengaja memilih jalan yang sepi karena takut mendengar u*****n buruk mereka kearahnya.  " gausah dengerin kata-kata mereka. " ujar Alter.  " Ga ga segampang itu kak. Apalagi gue baru masuk sekolah, denger cacian itu bikin sakit hati tau ga. " " Jadi lo mau gimana? "  " Gagimana-gimana. Percuma semuanya udah terlambat semuanya juga beranggapan kita pacaran  " ujar Elzata.  Alter berfikir sejenak lalu mengerut kan kening nya. " lo deket gue aja, biar mereka gaberani ngeledekin lo. " " Yang ada tambah menjadi kak. "  " Percaya sama gue. So sekarang lo mau ke-mana? " tanya Alter mengalih kan pembicaraan. Ia enggan melihat Elzata yang tiba tiba putus asa.  " Kekantin. "  " kedua temen lo mana? "  " Mereka udah duluan. "  " kenapa ditinggal. "  Elzata menghembus nafas nya pelan. " Gue yang suruh. " karena gue ngga mau mereka juga ngedenger u*****n itu untuk gue. Lanjut Elzata dalam hati.  Alter menganguk, ia meraih tangan Elzata lalu membawa nya pergi. Elzata hendak menolak tapi apa daya, tenaga alter lebih kuat dari padanya, Elzata hanya pasrah jika gosip miring itu kembali menguak. Setiba dikantin, semua mata memandang kearah mereka. Terutama indah dan dimas menatap tidak percaya. Indah lebih keheranan melihat Elzata, kata gadis itu ia tidak pacaran dengan alter tetapi kenapa mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam kantin apalagi genggaman tangannya, padahal tadi Elzata menolak dibawa kantin alasannya takut mendengar cibiran. Padahal kalau gadis ini berdua bersama alter makin menjadi lah cibiran itu. Indah hanya menghela nafas jengah. **** Maaf atas kegajean cerita ini. Maklum bukan penulis handal. Semoga kalian suka, atas nama tempat dan nama tokoh yang smaa itu hanya lah kebetulan semata karena cerita ini dibuat hanya fiktif belaka. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN